
Pergeseran Visi di bidang kesehatan yang sebelumnya berorientasikan kepada aspek “kuratif” menuju ke aspek pelayanan kesehatan yang bersifat “preventif, promotif, and protectif” ( Paradigma Sehat ). Hal tersebut harus di antisipasi dengan menyediakan tenaga kesehatan yang semakin profesional yang mempunyai kemampuan kognitif dan afektif atau psikomoto rtermasuk di bidang emergency. Pelayanan gawat darurat fase pra-rumah sakit umumnya tindakan pertolongan pertama dilakukan oleh masyarakat baik yang tidak terlatih maupun yang terlatih di bidang medis. Jika tindakan fase pra-rumah sakit dilaksanakan oleh tenaga terampil yang telah mendapat pendidikan khusus di bidang kegawatdaruratan dan yang memang tugasnya di bidang ini, maka tanggungjawab dan kewenangannya tidak berbeda dengan tenaga kesehatan di rumah sakit.
Berdasarkan uraian tersebut Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenekes Yogyakarta bekerjasama dengan MST 119 mengadakan pelatihan BTCLS bagi lulusan T.A. 2018/2019 Prodi D III Keperawatan dan Sarjana Terapan Keperawatan sebanyak 118 ditambah 4 orang dosen dan 1 orang utusan RSUD Muntilan dan 1 orang utusan RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2019 di Kampus Poltekkes Kemenekes Yogyakarta. Tujuan diadakan pelatihan BTCLS bagi lulusan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenekes Yogyakarta adalah Meningkatkan ketrampilan penanggulangan penderita gawat darurat kepada mahasiswa dalam rangka memberi bekal sebelum masuk dunia kerja di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lain.